Komunikasi Penyuluhan Pertanian ~ Berbagi Bersama Dokter Tanaman

Selasa, 21 Mei 2013

Komunikasi Penyuluhan Pertanian

             Secara umum, Komunikasi diartikan sebagai “suatu proses penyampaian pesan dari sumber ke penerima” (Berlo, 1960). Akan tetapi dalam praktek, proses komunikasi tidak hanya berhenti setelah pesan disampaikan atau diterima oleh penerimanya. Sebab, setelah menerima pesan, penerima memberikan tanggapannya kepada sumber pesan untuk kemudian diproses komunikasi tersebut terus berlangsung, dimana pengirim dan penerima pesan saling berganti peran. Proses komunikasi tersebut akan berhenti jika penerima telah memberikan tanggapan yang dapat dimengerti oleh pengirimnya, baik tanggapan tersebut sesuai ataupun tidak sesuai dengan yang dikehendaki oleh pengirimnya. Dengan demikian, proses komunikasi oleh Schramm (1977) dapat diartikan sebagai “Proses penggunaan pesan oleh dua orang atau lebih, dimana semua pihak saling berganti peran sebagai pengirim dan penerima pesan, sampai ada saling pemahaman atas pesan yang disampaikan oleh semua pihak”. Oleh karena itu model komunikasi bersifat memusat atau “convergence”.

Kegiatan upaya pembangunan dalam pertanian yang disampaikan melalui kegiatan penyuluhan, ditujukan untuk tercapainya perubahan-perubahan pada perilaku petani dan masyarakatnya mencakup aspek baik ekonomi, social budaya, ideology, politik maupun keamanan, untuk itu pembangunan yang diberikan haruslah dapat mendorong terjadinya perubahan yang memiliki sifat pembaharuuan, yang sering disebut “Inovasi”. Secara singkat inovasi berarti ide, gagasan, praktek baru. Sehingga secara keseluruhan dapat diartikan “Sesuati ide, produk, informasi teknologi, kelembagaan, perilaku, nilai-nilai, dan praktek-praktek baru yang belum banyak diketahui, diterima, dan digunakan oleh sebagian besar warga masyarakat dalam suatu lokasi tertentu, yang dapat mendorong terjadinya perubahan – perubahan di segala aspek kehidupan masyarakat (Mardikanto, 1988)”.

Adopsi dalam penyuluhan pertanian pada hakekatnya dapat diartikan sebagai proses penerima inovasi atau perubahan perilaku yang baik berupa pengetahuan (Cognitive), sikap (affective), maupun ketrampilan (psychomotoric) pada diri sesorang setelah menerima “inovasi” yang disampaiakan penyuluh oleh masyarakat sasarannya. Adopsi dalam pembahasan ini menerima sesuatu yang “baru” yang ditawarkan dan diupayakan oleh pihak lain atau penyuluh. 


Proses Perubahan dalam Komunikasi :

Melalui komunikasi, proses perubahan perilaku yang menjadi tujuan penyuluhan sebenarnya dapat dilakukan 4 metode yaitu :

1)      Secara persuasive atau bujukan, yaitu perubahan perilaku yang dilakukan dengan cara menggugah perasaan secara bertahap sampai penerima mengikuti apa yang dikehendaki oleh komunikator.

2)      Secara pervasion atau pengulangan, yaitu penyampaian pesan yang sama secara berulang-ulang, sampai penerima mengikuti kehendak komunikator.

3)      Secara compulsion, yaitu teknik pemaksaan tidak langsung dengan cara menciptakan kondisi yang membuat penerima harus melakukan kehendak komunikator.

4)      Secara coercion, yaitu teknik pemaksaan secara langsung. Dengan cara memberikan sanksi (hadiah atau hukuman) kepada penerima yang melaksanakan atau yang melanggar anjuran yang diberikan.

Sehubungan dengan hal ini, dalan kegiatan penyuluhan pertanian harus dihindari cara-cara pemaksaan, tetappi sejauh mungkin tetap melaksanakan teknik-teknik bujukan dan pengulangan yang dilakukan melalui kegiatan belajar bersama.



Mengefektifkan Komunikasi :

Dalam kehidupan sehari-hari, kendala umum yang menyebabkan kegagalan komunikasi, adalah :

1.      Komunikasi yang tidak Efisien, yang disebabkan karena :

a)   Tujuan komunikasi yang tidak jelas, baik menurut penyuluh maupun bagi masyarakat sasarannya, terutama jika penyuluh kurang melakukan persiapan penyuluh.

b)  Kebiasaan yang dilakukan oleh komunikator (gerakan, ucapan yang selalu dilakukan secara berulang-ulang).



2.      Salah Pengertian, yang disebabkan oleh :

a)   Perbedaan tujuan antara penyuluh dengan sasarannya atau penerima pesan.

b)  Perbedaan latar belakang pendidikan, ekonomi, social budaya penyuluh dengan penerima pesan.

Sehubungan dengan hal tersebut, menurut Cooley (1971) memberikan acuan untuk mengefektifkan komunikasi dalam penyuluhan, yaotu dengan memperhatikan beberapa hal sebagai berikut :

a.   Harus mengupayakan kepentingan bersama atau “Overlaping of interest” antara kebutuhan yang dirasakan oleh penyuluh dan masyarakat sasarannya.

b.  Pesan yang disampaikan merupakan pemecahan masalah yang sedang dihadapi oleh masyarakat sasarannya.

c.   Penyuluh meyakini keunggulan pesan yang disampaikan dan memiliki keyakinan bahwa masyarakat sangat mengharapkan bantuannya.

d.   Pesan yang disampaikan mengacu pada kepuasan dan perbaikan mutu hidup kedua belah pihak.

Referensi:
Mardikanto,Totok 2009. Sistem Penyuluhan Pertanian. Surakarta: UNS PRESS. 
Mardikanto, Totok 2009. Membangun Pertanian Modern. Surakarta: UNS PRESS. 

0 komentar:

Posting Komentar